Sindrom CVS Hantui Pengguna Komputer?

Di era digital seperti saat ini komputer sudah menjadi benda wajib, karena dengan komputer segala pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Itu adalah sebagian dari manfaat komputer bagi kehidupan manusia modern, tapi bagaimana dengan sisi negatifnya?
Ya, mengoperasikan komputer dalam waktu lama akan memaksa mata untuk menatap layar kaca yang memancarkan cahaya, yang tentunya akan membuat mata lelah. Beberapa kondisi yang biasa menyertai mereka yang terlalu lama berada di depan komputer di antaranya mata kering, mata lelah, penglihatan kabur, kelelahan dan sakit kepala.

Menurut ahli, sekelompok gejala itu disebut sebagai computer vision syndrome (CVS). Namun ahli mata belum sepakat mengenai apakah sindrom ini serius atau bahkan fenomena baru.

“CVS adalah diagnosis baru, dan relatif trendi pada saat ini,” kata Dr Ivan R. Schwab, seorang profesor oftalmologi di University of California, Davis. “Dan pikiran yang berfokus pada satu teknologi akan memunculkan serangkaian gejala baru yang berbeda dari yang dialami mereka yang bekerja dalam jangka waktu lama dengan menggunakan teknologi lainnya dan hingga saat ini belum ada studi mengenai CVS. Jadi saya relatif skeptis dengan ini.”

Sementara pernyatan hati-hati diungkapkan Dr. Lee Duffner, seorang dokter mata di Florida. “CVS telah menjadi istilah yang sangat akrab belakangan ini,” katanya. “Tapi istilah itu digunakan lebih sering oleh ahli optometri ketimbang ahli oftalmologi. Dan ini benar-benar semacam singkatan yang tampaknya tidak berkonotasi cacat anatomi tertentu pada mata akibat duduk terlalu lama di depan komputer,” katanya.

American Optometric Association (AOA/asosiasi penyedia perawatan mata yang bersertifikasi mendiagnosis dan merawat penyakit mata) mendukung pendapat tentang CVS sebagai masalah mata dan penglihatan kompleks yang berhubungan dengan pekerjaan yang terkait dengan penggunaan komputer dalam jarak dekat dan dalam waktu lama.

Sebuah survei AOA menemukan bahwa di Amerika Serikat dilakukan pemeriksaan mata atas 10 juta orang setiap tahun untuk mengatasi masalah penglihatan yang berkaitan dengan komputer. Dan dikatakan bahwa antara 50 hingga 90 persen orang yang rutin bekerja di depan layar kaca memiliki gejala yang mirip dengan CVS.

Sebaliknya, American Academy of Ophthalmology (yang merupakan asosiasi dokter medis yang memiliki spesialisasi dalam perawatan penglihatan) melihat CVS sebagai kondisi jangka pendek yang akan hilang ketika pengguna komputer beristirahat dan untuk sementara tidak mengoperasikan komputer.

Duffner sependapat dengan itu. “Ini benar-benar hanya gejala pada saat Anda masih aktif di depan komputer,” katanya. “Tidak ada data yang menunjukkan bahwa ada kerusakan permanen pada permukaan mata atau patologi mata ketika lama bekerja di depan komputer.”

Duffner dan Schwab mengatakan bahwa ketika seseorang yang rabun dekat berjuang untuk bisa fokus melihat obyek dalam jarak dekat adalah gejala normal dari kondisi mata yang tegang. Hilangnya kemampuan progresif untuk dengan mudah beralih dari penglihatan jauh ke dekat, yang terjadi pada mereka yang berusia sekitar 40 tahun, juga dapat menambah ketegangan mata.

Kedua dokter mata ini kurang setuju bila dikembangkan kacamata khusus yang dirancang untuk penggunaan komputer. Sebaliknya, mereka merekomendasikan menggunakan kacamata atau lensa kontak korektif standar yang tepat.

“Komputer sebenarnya tidak menyebabkan kerusakan fisik yang nyata pada mata,” kata Duffner. “Meskipun ada rumor, namun hal ini tidak terjadi. Tidak ada pancaran radiasi, misalnya.”

Schwab menambahkan bahwa gejala tersebut (CVS) tidak disebabkan oleh komputer atau bahkan oleh kebiasaan bekerja terlalu lama di depan komputer.

Untuk itu, Duffner menyarankan mereka yang merasakan gejala CVS untuk sering berkedip bila bekerja di depan komputer. Gejala-gejala yang kerap menyertai para pengguna komputer atau peranti digital lainnya adalah karena mereka kurang sering berkedip akibat melihat gambar menarik atau tulisan atau data yang butuh perhatian serius untuk menghindari kesalahan.

Ia juga meminta para pasiennya yang mengeluhkan gejala terkait komputer untuk secara periodik bangun dari kursi mereka, berjalan di sekitar meja mereka, dan melihat obyek di kejauhan. Setelah itu duduk dan kembali bekerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: